Manado, lintasantikorupsiindonesia.com – April 7, 2026 menyambut Perayaan Paskah Nasional 2026 yang akan digelar meriah pada Rabu, 8 April 2026. Ribuan umat Kristiani dari berbagai daerah di Sulawesi Utara dipastikan memadati kawasan Pohon Kasih Megamas.
Perayaan ini tidak sekadar seremoni keagamaan, tetapi menjadi momentum persatuan lintas denominasi gereja yang dikemas dalam nuansa spiritual dan budaya.
Ketua Panitia, Recky Heskie Langie, mengatakan seluruh gereja di Sulawesi Utara terlibat aktif dalam kegiatan ini. Panitia ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang memperkuat persatuan umat.
“Paskah yang dilaksanakan di Kota Manado adalah Paskah Nasional se-Sulut yang melibatkan seluruh gereja,” ujar Langie didampingi wakil sekretaris Daniel Dolfie Angkouw.
Panitia merancang perayaan ini dengan konsep yang memadukan ibadah dan pertunjukan budaya. Sejumlah atraksi etnis dari Minahasa, Sangihe, hingga Bolaang Mongondow akan tampil di panggung utama.
Penampilan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mencintai budaya lokal di tengah arus globalisasi.
Salah satu agenda utama adalah drama kolosal Jalan Salib yang menggambarkan perjalanan sengsara Yesus Kristus. Pementasan ini diharapkan mampu menyentuh hati dan memperkuat iman umat yang hadir.
Panitia memperkirakan jumlah peserta mencapai 60 hingga 70 ribu orang. Seluruh umat akan mengikuti ibadah di ruang terbuka dengan latar pemandangan laut kawasan Megamas.
Lokasi tersebut dinilai memberikan suasana religius yang khas sekaligus memperkuat pengalaman spiritual peserta.
Langie menegaskan bahwa esensi utama kegiatan tetap pada ibadah, sementara pagelaran budaya menjadi pelengkap untuk mempererat kebersamaan.
“Ibadah adalah yang utama, tetapi kami juga menghadirkan konteks kebersamaan melalui pagelaran kebudayaan,” jelasnya.
Ia berharap semangat damai dari Sulawesi Utara dapat menyebar lebih luas dan menginspirasi masyarakat.
“Kami berkeinginan agar pelaksanaan kegiatan ini dapat memancar ke seluruh dunia,” tandasnya.
(Michael indra)

















