banner 728x250

Diikuti ratusan Mahasiswa, Ini Program Juara Lomba Menulis Pemprov Jawa Tengah

banner 120x600
banner 468x60
Bagikan Berita

 

SEMARANG (Jawa Tengah), Lintasantikorupsiindonesia.com  – Sebanyak 161 tim yang terdiri dari para mahasiswa dari 32 perguruan tinggi, meramaikan lomba penulisan artikel populer tentang program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dari jumlah itu, 15 tim yang menjadi finalis melakukan presentasi hasil karyanya, di Kantor Gubernur Jateng, Senin (25/5/2026).

banner 325x300

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi para mahasiswa yang telah menyampaikan gagasan melalui lomba tersebut. Menurutnya, pembangunan Jawa Tengah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar. Melalui karya tulis, mahasiswa dapat memberikan kritik, masukan, hingga ide inovatif bagi pemerintah daerah.

 

“Mudah-mudahan gagasan atau ide yang tertulis itu, bisa memberi masukan kepada kami,” ujar Sumarno.

 

Dia menambahkan, kritik dan masukan dari masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja pemerintah.

 

Kepala Biro Umum Provinsi Jawa Tengah, Laksono Dewanto mengatakan, kompetisi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang edukatif dan inspiratif, terkait pembangunan daerah.

 

Kompetisi penulisan artikel populer ini juga untuk memublikasikan pencapaian pembangunan Jawa Tengah. Selain itu, memberikan ruang apresiasi bagi mahasiswa atas kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, mendorong terwujudnya diskursus mengenai pembangunan Jawa Tengah, serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian generasi muda, terhadap pentingnya partisipasi dalam pembangunan daerah.

Baca Juga  Kenalan Lewat Aplikasi Kencan, berujung maut

 

Sekadar informasi, lomba itu telah berlangsung sejak 14 April hingga 25 Mei 2026. Ratusan tulisan artikel populer itu berisi berbagai macam tema yang berkaitan dengan program Pemprov Jateng. Tulisan-tulisan itu dinilai oleh dewan juri, yang berasal dari ilmuwan, jurnalis, dan peneliti.

 

Dari proses penjurian tersebut, dewan juri akhirnya menetapkan enam tim terbaik sebagai pemenang.

 

Juara I diraih Tim Kalau Menang Kita Makan Merugame dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, melalui artikel berjudul “Inovasi Program Kantor Gubernur Rumah Rakyat dalam Mewujudkan Good Governance yang Responsif terhadap Aspirasi Masyarakat”.

 

Juara II diraih Tim Rawat Jagad dari Universitas Diponegoro (Undip), dengan artikel “Daur Pupuk: Sistem Terdesentralisasi Perekonomian Sampah Melalui Model Unit Ekonomi Sirkular Berbasis Kecamatan dalam Program Kecamatan Berdaya di Jawa Tengah”.

 

Sedangkan Juara III diraih Tim Zimoot dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, melalui artikel “Dual Point: Duta Zilenial dan Eco-Point Mengubah Kartu Zilenial dari Sekadar Administrasi Menjadi Akselerasi Pemuda Jawa Tengah”.

Baca Juga  Dugaan Kematian Evi Maria Mangolo: Analisis Indikasi Kekerasan Fisik dan Penolakan Narasi Bunuh Diri

 

Sementara Juara Harapan I diraih Tim Srikandi dari Universitas Semarang (USM), melalui artikel “Optimalisasi Layanan Bus Rapid Transit (BRT) melalui aplikasi ‘Jateng Go’ di Jawa Tengah”. Juara Harapan II diraih Tim Bravo Juara dari UIN Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto, dengan artikel “Potret Kampung Pengemis: Realita Kesenjangan Perekonomian di Tengah Kemegahan Purwokerto”.

 

Untuk Juara Harapan III diraih Tim Justitia dari Universitas Negeri Semarang, melalui artikel “Perancangan Aplikasi Resik (Rekam Elektronik Sistem Integrasi Keuangan) sebagai Inovasi Pencegahan Korupsi Melalui Pendekatan Legal Drafting Di Jawa Tengah”.

 

Seluruh finalis mendapatkan trofi, uang pelatihan, dan piagam penghargaan, yang ditandatangani Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

 

Salah seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Salsabiila Tirta Adyani, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan lomba tersebut. Melalui lomba yang diselenggarakan, mahasiswa memiliki wadah untuk memberi kritik dan saran kepada pemerintah, dengan cara yang lebih formal.

Baca Juga  Partisipasi TKA SD Tinggi di Berbagai Daerah, Cerminkan Kesiapan Sekolah dan Semangat Murid

 

“Dengan adanya lomba ini, kami sebagai mahasiswa bisa memberikan kritik atau saran kepada pemerintah, dengan cara yang lebih formal dan akademis,” ucapnya.

 

Setali tiga uang, mahasiswa Undip Semarang, Griselda Lisandara menilai, lomba artikel populer sangat penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan-gagasannya.

 

“Kami berterima kasih kepada Humas Pemprov Jateng yang sudah mengadakan lomba ini. Harapannya, semoga lomba ini tetap bisa berjalan di tahun-tahun berikutnya, karena sangat penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan-gagasannya,” tuturnya. (Humas Pemprov)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *