banner 728x250

BREAKING NEWS: Longsor Tutup Akses Jalan Pusunge–Lenganeng, TNI dan Warga Bergerak Cepat Lakukan Pembersihan

banner 120x600
banner 468x60
Bagikan Berita

SANGIHE, (Sulawesi Utara) lintasantikorupsiIndonesia.com — Bencana tanah longsor terjadi di ruas Jalan Poros Kampung Pusunge–Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (28/05/2026) sekitar pukul 01.30 WITA. Longsor dipicu hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu sore hingga malam hari.

 

banner 325x300

 

 

Material longsoran berupa tanah, bebatuan, dan lumpur menutupi seluruh badan jalan sehingga akses transportasi masyarakat sempat lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas akibat tertutupnya jalur utama penghubung antarwilayah di Kecamatan Tabukan Utara.

 

 

 

Berdasarkan informasi di lapangan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kondisi tanah di sekitar tebing jalan menjadi labil hingga akhirnya longsor terjadi pada dini hari.

 

 

 

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Kodim 1301/Sangihe melalui Koramil 1301-07/Tabukan Utara langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan bersama warga. Kegiatan karya bhakti dilakukan dengan membersihkan material longsor agar akses jalan dapat segera difungsikan kembali.

Baca Juga  Bupati Tangerang Harap KKMP Kelurahan Dadap Kosambi Bisa Berikan Kontribusi Bagi Aktifitas Usaha dan Perekonomian Lokal

 

 

 

Plh. Danramil 1301-07/Tabukan Utara bersama anggota memimpin langsung proses pembersihan di lokasi. Babinsa Kampung Pusunge juga dikerahkan untuk membantu warga sekaligus memantau kondisi sekitar guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

 

 

 

Dandim 1301/Sangihe, Letkol Czi Nazarudin, memberikan apresiasi kepada personel TNI dan masyarakat yang bergerak cepat menangani dampak bencana tersebut.

 

 

 

“TNI akan selalu hadir membantu masyarakat dalam setiap situasi, termasuk saat terjadi bencana alam. Saya mengapresiasi kekompakan personel Koramil bersama warga yang sigap melakukan pembersihan sehingga akses jalan dapat segera dibuka kembali,” ungkap Nazaruddin.

 

 

 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Baca Juga  Relawan Barisan Jalan Perubahan atau yang sering disebut Bara JP menjadwalkan akan melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dalam waktu dekat di Kota Jayapura Provinsi Papua.

 

 

 

“Kami mengingatkan warga agar berhati-hati saat melintas di daerah rawan longsor, terutama ketika hujan deras. Jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan kepada aparat setempat,” tutupnya.

 

 

 

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, aktivitas masyarakat sempat terganggu akibat tertutupnya akses jalan utama.

 

 

 

Hingga sampai saat ini, proses pembersihan material longsor masih terus dilakukan secara manual oleh personel TNI bersama masyarakat. Sejumlah material tanah dan bebatuan besar masih menutupi badan jalan sehingga dibutuhkan bantuan alat berat untuk mempercepat proses penanganan.

 

 

 

Saat ini akses jalan mulai dapat dilalui kendaraan secara terbatas dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan. Aparat juga terus melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.

Baca Juga  FKPMC RI Gelar Halal Bihalal dan FGD ke-4: Perkuat Sinergi melalui Yayasan Cendekia Nusantara

 

 

 

(Yosua Patras)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *