SANGIHE, (Sulawesi Utara) lintasantikorupsiIndonesia.com — Bencana tanah longsor terjadi di ruas Jalan Poros Kampung Pusunge–Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (28/05/2026) sekitar pukul 01.30 WITA. Longsor dipicu hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu sore hingga malam hari.
Material longsoran berupa tanah, bebatuan, dan lumpur menutupi seluruh badan jalan sehingga akses transportasi masyarakat sempat lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas akibat tertutupnya jalur utama penghubung antarwilayah di Kecamatan Tabukan Utara.
Berdasarkan informasi di lapangan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kondisi tanah di sekitar tebing jalan menjadi labil hingga akhirnya longsor terjadi pada dini hari.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Kodim 1301/Sangihe melalui Koramil 1301-07/Tabukan Utara langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan bersama warga. Kegiatan karya bhakti dilakukan dengan membersihkan material longsor agar akses jalan dapat segera difungsikan kembali.
Plh. Danramil 1301-07/Tabukan Utara bersama anggota memimpin langsung proses pembersihan di lokasi. Babinsa Kampung Pusunge juga dikerahkan untuk membantu warga sekaligus memantau kondisi sekitar guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.
Dandim 1301/Sangihe, Letkol Czi Nazarudin, memberikan apresiasi kepada personel TNI dan masyarakat yang bergerak cepat menangani dampak bencana tersebut.
“TNI akan selalu hadir membantu masyarakat dalam setiap situasi, termasuk saat terjadi bencana alam. Saya mengapresiasi kekompakan personel Koramil bersama warga yang sigap melakukan pembersihan sehingga akses jalan dapat segera dibuka kembali,” ungkap Nazaruddin.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Kami mengingatkan warga agar berhati-hati saat melintas di daerah rawan longsor, terutama ketika hujan deras. Jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan kepada aparat setempat,” tutupnya.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, aktivitas masyarakat sempat terganggu akibat tertutupnya akses jalan utama.
Hingga sampai saat ini, proses pembersihan material longsor masih terus dilakukan secara manual oleh personel TNI bersama masyarakat. Sejumlah material tanah dan bebatuan besar masih menutupi badan jalan sehingga dibutuhkan bantuan alat berat untuk mempercepat proses penanganan.
Saat ini akses jalan mulai dapat dilalui kendaraan secara terbatas dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan. Aparat juga terus melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.
(Yosua Patras)

















